Review Buku "Status Asal"

Review Buku "Status Asal" 
Remah-Remah Pengetahuan

Oleh :Ridwan Demmatadju

Sebuah buku pemberian dari penulisnya tentu membuat hati riang gembira karena dibubuhi juga tanda tangannya. Saya terima kemarin di sebuah hajatan kesusastraan Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara di kota Kendari, Kamis,18/10/2018.
Sebuah buku menjadi tanda yang akan memberikan sebuah gambaran pemikiran tentang banyak hal di benak penulisnya. Maka tak salah jika dengan membaca jendela pengetahuan kita akan terbuka luas. Penulis buku akan menempati strata yang khusus di tengah masyarakat dunia. Sementara kaum pembaca buku boleh jadi berada dibawahnya. Demikianlah sedikit yang saya pahami soal buku,pembaca dan penulisnya.

Buku yang berjudul "Status Asal" dengan subjudul Remah-Remah Pengetahuan ditulis oleh Patta Nasrah, dengan latar belakang akademisi di Universitas Haluoleo. Sebelum menjadi tenaga pengajar di perguruan tinggi negeri di Sulawesi Tenggara, ia banyak bergerak di dunia kesenian di Makassar, tercatat sebagai Penari di Sanggar Seni Batara Gowa,Yayasan Angin Mamiri (YAMA) dan aktif berteater di Sanggar Merah Putih Tahun 1980.Tak hanya di kegiatan tari dan teater tetapi dia juga aktif di dunia penyiaran televisi dan radio.

Penulis yang dilahirkan di Makassar 29 Oktober 1960 ini, menulis di koran lokal Makassar sudah dimulai sejak masih berstatus mahasiswa di Universitas Hasanuddin 1981. Dari jejaknya ini, kita sebagai pembaca dapat menangkap kesan pertama dari seorang Patta Nasrah yang tak salah kalau saya memberikan label seniman yang jadi akademisi.

Pattah Nasrah dengan bukunya itu, menjadi menarik dibaca untuk memahami berbagai persoalan dalam kehidupan di zaman milenial ini. Dari judul bukunya Status Asal, bagi pengguna media sosial facebook tentu tidak asing jika kata status diucapkan seseorang dalam percakapan sehari-hari. Sebuah status di laman facebook tersedia ruang untuk menyampaikan apa yang dipikirkan orang dan setiap kali kita memulai mengklik laman tersebut maka akan didahului pertanyaan seperti ini."Apa yang Anda pikirkan ? 


Pertanyaan ini kadang-kadang menjengkelkan bagi pengguna facebook. Tapi kebanyakan dari pengguna mengabaikannya, dan buru-buru menulis sesuka hatinya. Maka tak jarang berhamburan di media sosial postingan yang tak bernilai sedikitpun, kecuali sekedar menumpahkan segala macam keluhan, curhat ditambah dengan foto-foto narsisme (baca:puas memuji diri sendiri). Bahkan tak jarang status berisi fitnah yang berujung dengan pencemaran nama baik. Status seseorang memang bisa menjadi musibah jika tidak digunakan dengan bijak. Tak sedikit pengguna media sosial di Indonesia terpaksa mendekam di Penjara gara-gara menebar berita bohong...
Rumah Bunyi, salah satu penerbit buku komunitas berkantor di Kota Kendari ini, setidaknya memberikan pencerahan bagi kita yang saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di jagat maya dibandingkan waktu untuk urusan-urusan domestik. Silahkan menghitung sendiri berapa lama waktu yang kita habiskan membaca, menulis, chat di facebook. Hampir separuh waktu kita terjebak di beranda dan laman media sosial hanya untuk menulis status.

Bagi penulis buku setebal 271 halaman ini, saya menangkap pesan kuat kepada pembaca bahwa apa yang kita tulis sebagai status merupakan cerminan sikap, prilaku bahkan juga kapasitas berpikir seseorang. Untuk itulah buku ini perlu jadi rujukan bagi kita pegiat media sosial. Mari kita lihat isi buku yang dieditori Irianto Ibrahim, Dosen Pascasarjana Universitas Haluoleo ini, dalam pengantarnya mengungkapkan "Setidaknya ada dua alasan mengapa tulisan ini layak untuk diterbitkan menjadi buku. Pertama percikan pemikiran dari kegelisahan khas orang tua yang penuh energi ini harus dibaca oleh anak muda. Kedua, saya menyayangkan bila gagasan yang dilontarkan itu hanya akan berakhir pada ikon jempol atau tanggapan seadanya di kolom komentar facebook" 

Secara keseluruhan subtansi pesan yang ingin diungkap Patta Nasrah sebagai penulis dengan setumpuk pengetahuan serta pengalamannya ini bisa dilihat dari pemilahan tulisan yang berkaitan dengan Seni dan Sastra, Sosial Budaya, Teknologi Informasi, Kebijakan Nasional dan Politik Luar Negeri, kemudian di bagian terakhir tulisan-tulisannya banyak berkaitan dengan Filsafat dan Teknologi. Dari setiap bagian itu kita bisa membaca sedikitnya 8-37 judul sebagai remah-remah pengetahuan serta realitas kehidupan dengan segala persoalannya.

Dari setiap judul sebagai status asal yang ditulis Patta Nasrah di akun facebooknya setidaknya menjadi caranya "menggerutu" dengan pilihan kata yang enak dibaca serta renyah dikunyah bagi pembaca dari semua kalangan karena semua masalah ternyata dapat ia sederhanakan dengan analogi yang masuk akal, dan bisa diterima pembaca. Seperti pada tulisan "Diplomasi Gertak Sambal" hal.177 dan "Kunci Senjata Nuklir di Tangan Orang Waras", Hal.184. Jika ditelisik dua tulisan ini menunjukkan kepada kita secara sederhana makna sebuah peristiwa luar negeri yang menarik perhatiannya untuk "dicereweti" meminjam istilah dari Editor Irianto Ibrahim. 

Sekali lagi, buku dengan desain sampul dominan warna hitam dan putih dengan ilustrasi patung perunggu buatan Aguste Roudin lagi berpikir ini sangat perlu dibaca. Karena saya yakin setelah Anda membacanya akan memberikan pilihan bagaimana menggunakan media sosial secara kreatif dan bijak. Sekaligus Anda akan menemukan inspirasi dan gagasan dan menulis status Anda di media sosial. Meski masih banyak lagi manfaatnya yang tak mungkin saya ulas disini. Lebih baik Anda segerakan mencarinya di toko buku terdekat di kota Anda. Atau bisa langsung berhubungan langsung dengan Penerbit Buku Komunitas Rumah Bunyi di Kota Kendari.

Penulis adalah network kebudayaan tinggal di Watuliandu
Kedai Kopi Oii Kolaka, 19/10/2018

COMMENTS

"BELAJAR ITU SEUMUR HIDUP"
Banner99
Nama

--V,2,Ahmad Muthahier,1,Amrul Nasir,1,Andhika Mappasomba,5,Aprinus Salam,1,Azizaturahmi Madil,1,Bahasa,1,Bicara Buku,6,bookstore,1,buku,1,Celoteh,15,Cerpen,9,Citizenship,1,Citra Deviyanti,1,Cucum Cantini,2,Dwi Novita Rahayu,1,Essai,13,Ettanya Ain,12,Faika Burhan,1,Inspiratif,1,Iphy Nerazzurri,1,Irhyl Makkatutu,1,Ismail Fathar Makka,1,Iwan Djibran,1,Kendari,2,La Hingke,1,La Ode Gusman Nasiru,1,Lailatul Qadriani,6,Literasi,1,Muhammad Agung,2,Muhammad Yusuf Abdan,1,Novel,2,Nurul Mutmainnah,1,Pendidikan,2,Penerbitan,2,Puisi,5,Raya Pilbi,2,Reportase,13,Resensi Buku,1,Review,5,Ridwan Demmatadju,1,Salim Kramat Alverenzo,1,sastra,1,Sinopsis,1,SOGI,1,Sosial Budaya,1,sosial politik,3,Terbitan,20,Yusuf IW,1,
ltr
item
Rumah Bunyi : Review Buku "Status Asal"
Review Buku "Status Asal"
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic7CbP8MhHfBuV-ycUod1jjqxMPeksaw3Rk5HNHOeB1yobgs9PRNMKvj11nQc_3DeT50xnF2tguJT0dPWnyHEq2MGdPWA6sIr7b1zeo-79jPAS-BUsfkt8XPBSnr6qRVqKpU25nNFTrv0/s400/IMG-20180917-WA0083.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic7CbP8MhHfBuV-ycUod1jjqxMPeksaw3Rk5HNHOeB1yobgs9PRNMKvj11nQc_3DeT50xnF2tguJT0dPWnyHEq2MGdPWA6sIr7b1zeo-79jPAS-BUsfkt8XPBSnr6qRVqKpU25nNFTrv0/s72-c/IMG-20180917-WA0083.jpg
Rumah Bunyi
https://www.rumahbunyi.com/2018/10/review-buku-status-asal.html
https://www.rumahbunyi.com/
http://www.rumahbunyi.com/
http://www.rumahbunyi.com/2018/10/review-buku-status-asal.html
true
2473427367586082924
UTF-8
Lihat Semua Tulisan Halaman Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batalkan Hapus Oleh Home HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA ARTIKEL LAINNYA LABEL ARSIP PENCARIAN SEMUA TULISAN Tulisan yang Anda cari tidak ditemukan. Kembali Ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy Semua Code Pilih Semua Code Semua Code Telah Ter-copy Code/Teks Tidak Dapat Ter-copy, Silahkan Tekan [CTRL]+[C] (Atau CMD+C di Mac) Untuk Copy