BELAJAR PADA YANG PERNAH





Suatu hari, saya pernah melakukan kesalahan penulisan nomor ISBN dan nomor surat permohonan untuk penerbitan ISBN. Saat ini, sejak 3 tahun terakhir, saya mengelola sebuah perusahaan penerbitan, namanya CV. Rumah Bunyi. 

Soal ruang lingkup, sektor dan sub_sektornya, saya bisa pastikan tanpa cela dan cacat. Bukan karena saya seorang yang pernah kuliah Ilmu hukum, bukan. Ini lebih pada bahwa Notaris yang membuat dan mengurusnya memiliki kualitas dan kualifikasi yang terjamin. 

Kesalahan penulisan nomor surat (hasil copy paste dan ketidakcermatan) mendapatkan penolakan dari Subdirektorat Perpustakaan Nasional yang membidangi pengurusan dan penerbitan ISBN. 

Awalnya, penolakan tersebut tidak mencantumkan alasan atau keterangan penolakan. Saya bahkan mengulanginya beberapa kali dengan perbaikan, yang sialnya adalah, saya benar-benar tidak mengetahui bahwa nomor surat yang saya ajukan ternyata salah.

Masalah ini kemudian saya konsultasikan ke Rekan Penerbit yang lebih berpengalaman. Saya memintanya untuk mengecek dokumen pengajuan (surat permohonan dan lampiran prelimes). Dengan cekatan, rekan saya itupun memeriksanya. Tak berselang lama, ia kemudian menertawai dokumen pengajuan tersebut (mungkin juga saya). 

Setelah puas dengan ledakan ekspresinya, ia memberitahu di mana letak kesalahan dan masalah saya. Kesalahan adalah masalah, dan katanya, saya harus bisa untuk mengelola kesalahan itu dengan sebaik-baiknya. 

Pada tingkatan yang lebih serius, ia meminta saya mempekerjakan seorang yang berpengalaman di bidang kehumasan (Public Relations) untuk mendampingi, memberikan pertimbangan hingga langkah strategis untuk memaksimalkan potensi pasar dan pemasaran yang bisa saya jangkau.

Pengalaman dan kejadian tersebut mengingatkan saya pada sebuah bacaan mengenai Public Relations. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Rumah Bunyi, Karangan Dr. Risma Niswaty dan Asni Djamereng. Sepertinya saya harus membacanya kembali. Setidaknya begitu yang saya katakan pada diri sendiri.

Masalah lain yang tak kalah peliknya, kesalahan yang pernah saya lakukan adalah salah menginput nomor ISBN buku. Saya salah pada 3 angka di depan, seharusnya saya memasukkan angka 978 (kode ISBN yang terbit di Indonesia). Saya malah memasukkan 3 digit nomor PIN ATM, 911. 

Padahal buku tersebut sudah naik cetal, 600 eksemplar. Kesalahan angka pada sampul tersebut berakibat pada kerugian, modal tergerus secara tiba-tiba. Hanya untuk menjaga citra dan kualitas, saya dengan ikhlas mengganti seluruh sampul buku tersebut. 

Setelah saya menjelaskan keseluruhannya pada bagian Percetakan Rumah Bunyi (rekanan), sampul buku tersebut kami cetak ulang, tidak dengan cara yang pernah penerbit lain lakukan (memasanginya dengan stiker yang ditempel). Pada perniagaan, pengalaman dan referensi mengajarkan saya soal citra (image). Begitu kura-kura.

Setiap kesalahan harus dipertanggungjawabkan menurut kadar kesalahan yang dilakukan. Masalah dihadapi, disembunyikan kalau perlu, tapi kalau sudah menjadi bangkai, maka bersiaplah menerima hukuman dari "public."

***
Catatan Tambahan

Gambar adalah sampul buku yang saya maksud. Setiap orang sebaiknya, membacanya. 
Kalau mau pesan, boleh ke nomor telepon dan WhatsApp Penerbit Rumah Bunyi di 085225890811
Pengiriman Ke Seluruh Wilayah yang bisa dijangkau jasa pengiriman Pos/J&T/Kurir CoD.

Tulisan ini mungkin tidak ada kaitannya dengan Surat Keputusan/ Rekomendasi salah satu paket bakal calon Bupati di Bulukumba. Sangat mungkin tidak ada kaitannya. 

COMMENTS

"BELAJAR ITU SEUMUR HIDUP"
Banner99
Nama

--V,2,Ahmad Muthahier,1,Amrul Nasir,1,Andhika Mappasomba,5,Aprinus Salam,1,Azizaturahmi Madil,1,Bahasa,1,Bicara Buku,6,bookstore,1,buku,1,Celoteh,15,Cerpen,9,Citizenship,1,Citra Deviyanti,1,Cucum Cantini,2,Dwi Novita Rahayu,1,Essai,13,Ettanya Ain,12,Faika Burhan,1,Inspiratif,1,Iphy Nerazzurri,1,Irhyl Makkatutu,1,Ismail Fathar Makka,1,Iwan Djibran,1,Kendari,2,La Hingke,1,La Ode Gusman Nasiru,1,Lailatul Qadriani,6,Literasi,1,Muhammad Agung,2,Muhammad Yusuf Abdan,1,Novel,2,Nurul Mutmainnah,1,Pendidikan,2,Penerbitan,2,Puisi,5,Raya Pilbi,2,Reportase,13,Resensi Buku,1,Review,5,Ridwan Demmatadju,1,Salim Kramat Alverenzo,1,sastra,1,Sinopsis,1,SOGI,1,Sosial Budaya,1,sosial politik,3,Terbitan,20,Yusuf IW,1,
ltr
item
Rumah Bunyi : BELAJAR PADA YANG PERNAH
BELAJAR PADA YANG PERNAH
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWjr4Gdy2jXeIbOcyUF9PsZwd9LH6sWJM5cY-TL_6PPI48e6wJ3Xh0u9G0SMld1v7SNl3uCnxjmJeDmeqJKkppyD4UCSfgDvcU7K_sb_mhSeBUcfiqw_xbKefF5C0FQb2JChnNX-g2y1g/s320/IMG-20200215-WA0039.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWjr4Gdy2jXeIbOcyUF9PsZwd9LH6sWJM5cY-TL_6PPI48e6wJ3Xh0u9G0SMld1v7SNl3uCnxjmJeDmeqJKkppyD4UCSfgDvcU7K_sb_mhSeBUcfiqw_xbKefF5C0FQb2JChnNX-g2y1g/s72-c/IMG-20200215-WA0039.jpg
Rumah Bunyi
http://www.rumahbunyi.com/2020/02/belajar-pada-yang-pernah.html
http://www.rumahbunyi.com/
http://www.rumahbunyi.com/
http://www.rumahbunyi.com/2020/02/belajar-pada-yang-pernah.html
true
2473427367586082924
UTF-8
Lihat Semua Tulisan Halaman Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batalkan Hapus Oleh Home HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA ARTIKEL LAINNYA LABEL ARSIP PENCARIAN SEMUA TULISAN Tulisan yang Anda cari tidak ditemukan. Kembali Ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy Semua Code Pilih Semua Code Semua Code Telah Ter-copy Code/Teks Tidak Dapat Ter-copy, Silahkan Tekan [CTRL]+[C] (Atau CMD+C di Mac) Untuk Copy