Single Parent, Menu dan Doa

Single Parent, Menu dan Doa
(Percik Pemikiran Seorang Kawan)

"Jangan liat dari sampulnya, jangan liat dari kualitas kertasnya, jangan lihat dari tampilannya yang sederhana itu". Demikianlah statement pembuka yang disampaikan oleh seorang kawan ketika saya baru saja tiba di rumahnya dan duduk di ruang tamunya.

Saya memilih duduk berhadapan. Kawan itu kemudian melanjutkan proses pembacaannya terhadap buku ini. Begini kira kira penjelasan kawan itu yang bisa saya ingat dan tuliskan kembali.

Jadi, buku ini bercerita tentang single parent, sebenarnya saya tidak sepakat dengan terminologi single parent, "kawan itu meneruskan", kebudayaan kita tidak mengenal istilah single parent, terminologi dari istilah ini adalah serapan dari kebudayaan barat.

Budaya ketimuran dan budaya barat sangat berbeda dalam menempatkan dan melegitimasi istilah single parent itu. Semisalnya, dalam hal administratif, ketika ada kolom mengenai status perkawinan, biasanya ada isian tentang kawin dan belum kawin, ketika mengisi kolom kawin (telah kawin) akan ada daftar isian tentang anak dan seterusnya. Dan kita harus mengisi itu dengan menyebutkan jumlah dan nama nama anggota keluarga. Dan jika statusnya adalah belum kawin, maka kita akan melangkahi daftar isian selanjutnya, tentang anak dan jumlahnya tadi. Hukum administrasi dan kebudayaan kita adalah demikian adanya.

Berbeda dengan barat semisal Eropa dan amerika, daftar isian/ kolom tentang anak tetap harus diisi jika memilikinya, meski tidak mempersoalkan apakah telah kawin atau belum kawin. Itulah konsep tentang single parent dalam konteks orang tua tunggal. Beda lagi misalnya tentang konteks janda dan atau duda karena proses pernikahan/perkawinan. Single parent dalam hal tanpa perkawinan.

Demikianlah penjelasan kawan saya itu dalam memandang single parent. Buku ini adalah untuk saya. Kawan itu membeli dua buah buku sekaligus. Buku ini dipesan langsung kepada penulisnya. Pandangan kawan saya terhadap membeli sesuatu tergolong unik, sebab terkadang kawan saya itu membeli sesuatu bukan karena sesuatu itu menarik atau disukainya. Kawan saya itu lebih sering membeli sesuatu untuk mengapresiasi usaha dan semangat orang yang menawarkan atau menjual sesuatu. Kawan saya sangat menghargai proses dan orang orang yang memiliki semangat dalam prosesnya. Kawan yang unik bukan???

Kami sedang berada pada sebuah rencana. Kami bersepakat untuk menghadiri sebuah acara yang beraroma feodalistik. Lalu kami pun melakukan perjalan, tidak lama kemudian, kami tiba di tempat itu. (Saya tidak akan membuka informasi lebih detail mengenai tempat dan acara itu, bukan karena tidak ada yang menarik disana, tapi justru karena disana terlalu banyak hal yang kami tidak senangi, ini tentang kehormatan, demikianlah kawan saya menyebutnya, dan kami bersepakat untuk meninggalkan acara itu).

Perjalanan selanjutnya, kami mengunjungi sebuah warung kopi di bilangan pinggiran kota, jalan menuju pulang ke rumah masing masing. Di dekat sebuah jembatan yang cukup panjang, yang disana baru saja ditemukan sepeda motor dan diduga sudah bertahun tahun berada di dalam sungai, di bawah jembatan itu.

Saya memesan kopi, kawan saya memesan STMJ. Kawan saya itu tidak begitu menyenangi kopi. Pilihan dan pesanan yang berbeda mengantarkan kami pada sebuah percakapan pembuka,  tentang pengakuan masing masing pada pilihan menu yang tersedia.

Disana, kami berbincang dan mendistribusikan banyak hal, metafisika, filsafat, logika, sejarah, kebudayaan hingga menyoal keyakinan dan doa doa pamungkas. Doa pamungkas kawan saya itu sungguh mengejutkan, berinteraksi dengannya memang senantiasa dipenuhi dengan bumbu bumbu kejutan.

Dia berdoa tentang kebaikan, dia rela memenuhi Neraka untuk dirinya sendiri, dia berdoa tentang tubuhnya yang mengisi segala ruang di neraka, agar orang orang tak ada lagi yang kesana untuk mengisinya. Dia rela melakukannya, berkorban untuk manusia manusia lainnya. Kawan ini memang mengejutkan bukan?

Setelah sama sama menguap dan dihinggapi ngantuk karena kelelahan, kami bersepakat untuk mengakhiri kencan kali ini, kami menyalakan motor masing masing, tanpa salam perpisahan, kami lalu saling meninggalkan di sebuah bundaran, bundaran yang menyimbolkan bahwa kota ini sedang dalam keadaan perang.

***
Sebagai penutup, di kehidupan ini, saya telah menemukan 3 bentuk doa yang saya Amini, benar benar saya Aminkan, yang pertama adalah doa Ahyar Anwar, kedua adalah doa Danarto, yang ketiga adalah Doa Patta Nasrah.

Tentang doa Ahyar Anwar dan Danarto, saya hanya akan menuliskannya jika ada yang menanyakannya.

***

Rumah Bunyi, 25 April 2017
Kahar Mappasomba

COMMENTS

"BELAJAR ITU SEUMUR HIDUP"
Banner99
Nama

--V,2,Ahmad Muthahier,1,Amrul Nasir,1,Andhika Mappasomba,5,Aprinus Salam,1,Azizaturahmi Madil,1,Bahasa,1,Bicara Buku,6,bookstore,1,buku,1,Celoteh,15,Cerpen,9,Citizenship,1,Citra Deviyanti,1,Cucum Cantini,2,Dwi Novita Rahayu,1,Essai,13,Ettanya Ain,12,Faika Burhan,1,Inspiratif,1,Iphy Nerazzurri,1,Irhyl Makkatutu,1,Ismail Fathar Makka,1,Iwan Djibran,1,Kendari,2,La Hingke,1,La Ode Gusman Nasiru,1,Lailatul Qadriani,6,Literasi,1,Muhammad Agung,2,Muhammad Yusuf Abdan,1,Novel,2,Nurul Mutmainnah,1,Pendidikan,2,Penerbitan,2,Puisi,5,Raya Pilbi,2,Reportase,13,Resensi Buku,1,Review,5,Ridwan Demmatadju,1,Salim Kramat Alverenzo,1,sastra,1,Sinopsis,1,SOGI,1,Sosial Budaya,1,sosial politik,3,Terbitan,20,Yusuf IW,1,
ltr
item
Rumah Bunyi : Single Parent, Menu dan Doa
Single Parent, Menu dan Doa
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyqUP_s17tqDMq2WaOQkANYNZ0UhCKxj3K3KoLrvtf0LYi4nEym9Zd8fYulJ8_OnHGiElQqirAXyVE6ppS3b6WFsT-AOWCyqW8lkhQQ6KY8dTSYICvkrz6yeH9gmHbnp-6cV4HSu6uz5M/s320/1ec284285a682582380d02e334e5b02885599d3a.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyqUP_s17tqDMq2WaOQkANYNZ0UhCKxj3K3KoLrvtf0LYi4nEym9Zd8fYulJ8_OnHGiElQqirAXyVE6ppS3b6WFsT-AOWCyqW8lkhQQ6KY8dTSYICvkrz6yeH9gmHbnp-6cV4HSu6uz5M/s72-c/1ec284285a682582380d02e334e5b02885599d3a.jpg
Rumah Bunyi
http://www.rumahbunyi.com/2018/02/single-parent-menu-dan-doa.html
http://www.rumahbunyi.com/
http://www.rumahbunyi.com/
http://www.rumahbunyi.com/2018/02/single-parent-menu-dan-doa.html
true
2473427367586082924
UTF-8
Lihat Semua Tulisan Halaman Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batalkan Hapus Oleh Home HALAMAN ARTIKEL LIHAT SEMUA ARTIKEL LAINNYA LABEL ARSIP PENCARIAN SEMUA TULISAN Tulisan yang Anda cari tidak ditemukan. Kembali Ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy Semua Code Pilih Semua Code Semua Code Telah Ter-copy Code/Teks Tidak Dapat Ter-copy, Silahkan Tekan [CTRL]+[C] (Atau CMD+C di Mac) Untuk Copy